Headlines News :
giyanto jaya. Diberdayakan oleh Blogger.
SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI SENKOM BANTEN 0303 GIYANTO JAYA

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label evakuasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label evakuasi. Tampilkan semua postingan

Lampu Sorot Pemantau Banjir Lahar

Written By Unknown on Jumat, 08 Februari 2013 | 19.41

Ilustrasi/dok
SLEMAN—Minimnya kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum membuat keberadaan lampu sorot pemantau banjir lahar hujan di beberapa sungai, sering hilang dicuri.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Sleman, dari awal hingga akhir 2012, sebanyak tiga dari 80 titik lampu sorot yang diletakkan di Sungai Boyong, Gendol, Opak, dan Kuning, raib dicuri.
Kepala Dishubkominfo Sleman, Agoes Soesilo Endiarto, mengungkapkan, pencurian lampu sangat merugikan. Dari segi materiil, Pemkab setidaknya kehilangan aset senilai Rp10 juta, yakni rangkaian lampu sorot jenis Phillips 400 watt beserta kabel. Padahal, satu unit rangkaian lampu sorot tersebut diproyeksikan dapat digunakan selama lima tahun. “Selain merugikan, akibat pencurian ini juga sangat membahayakan keselamatan banyak warga,” ungkap Agoes, Selasa (29/1/2013).
Diakui Agoes, pihaknya tidak dapat melakukan penjagaan dan pemantauan atas seluruh keberadaan lampu sorot karena memang diletakkan di lokasi pinggiran sungai, yang biasanya jauh dari pemukiman warga.
Dari seluruh titik, lokasi lampu di daerah sepi lebih rawan dicuri, meskipun lampu sudah diletakkan pada ketinggian sekitar enam meter di atas permukaan tanah. “Kami mohon kepada seluruh masyarakat untuk ikut membantu menjaga fasilitas ini. Apalagi saat ini DIY dalam status kewaspadaan terhadap bencana. Kalau lampunya hilang, bagaimana kami bisa memantau kondisi sungai,” kata Agoes.

sumber : www.harianjogja.com

PMI Siap Mendukung Penanganan Korban Banjir Lahar

Written By Unknown on Senin, 21 November 2011 | 12.18

Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla (JK), PMI siap mendukung penanganan korban banjir lahar dingin Gunung Merapi. Bahkan pihaknya telah menyiapkan segala kebutuhan yang dibutuhkan jika sewaktu-waktu bencana tersebut terjadi."Kami siap mendukung penanganan korban banjir lahar yang dilakukan PMI Kabupaten Magelang maupun PMI Jateng. Apa saja yang diperlukan untuk penanganan korban banjir lahar, kami siap membantu," di Dusun Kemiren, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang Sabtu (19/11).
PMI Kabupaten Magelang sudah siap menjalankan kapasitasnya sebagai membantu pemerintah dalam menangani masalah banjir lahar dingin. ”Kita telah siapkan sekitar 70 personel, kendaraan termasuk juga obat-obatan. Untuk stok darah, kami menjamin masih dalam jumlah aman. Jika pun kurang, bantuan kita tidak terbatas, karena kita selalu di back up dari propinsi, Kades Jumoyo, Sungkono mengatakan, untuk tempat pengungsian sementara Desa Jumoyo telah mempersiapkan tanah bengkok, namun belum ada tenda pengungsi. "Kami berharapa tenda pengungsi sudah berdiri sehingga sewaktu-wakti diperlukan sudah siap.

Relokasi korban erupsi Merapi

Written By Unknown on Rabu, 03 Agustus 2011 | 15.42

Rencana relokasi terhadap korban erupsi Gunung Merapi sudah dilimpahkan kepada Pemerintah Pusat. Hal itu disebabkan penolakan warga untuk pindah dari kampung halamannya di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten.

“Dalam relokasi bagi korban erupsi Merapi, kami menyerahkan kepada pemerintah. Adapun untuk pelaksanaan menunggu keputusan presiden (Kepres),” papar Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas), Klaten, Sri Winoto, saat ditemui Espos, di kantornya, Selasa (2/8/2011).

Menurut Sri Winoto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten sudah berusaha maksimal dalam melakukan tahapan relokasi yaitu dengan menggelar sosialisasi kepada korban erupsi Gunung Merapi. Kendati demikian, imbuh Sri Winoto, beberapa kali sosialisasi itu ternyata tak mampu menggoyahkan keinginan warga yang sudah memiliki tekad bulad untuk menempati rumah di Desa Balerante.

“Kami sudah melaporkan kondisi ini kepada Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo. Dan Gubernur Jawa Tengah sendiri mengetahui penolakan warga untuk direlokasi saat berkunjung ke hunian sementara di Bumi Perkemahan Kepurun beberapa bulan lalu,” terangnya.

Dia menambahkan, secara resmi sikap penolakan warga juga sudah disampaikan dengan membuat surat pernyataan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah melakukan verifikasi terhadap surat pernyataan, hasilnya juga sudah dikirim ke pemerintah pusat.

“Dengan adanya sikap penolakan relokasi yang disampaikan warga, maka Pemkab Klaten tidak ingin terlalu ikut campur dalam melakukan relokasi. Apakah nanti warga mau pindah atau tidak itu tergantung kebijakan dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Sementara Kepala Desa Balerante, Sukono mengakui hingga saat ini masih terdapat 10 kepala keluarga yang menempati selter di Bumi Perkemahan Kepurun, Kecamatan Manisrenggo.

Kendati demikian, imbuh Sukono, sebagian warga yang masih tinggal di selter berencana membuat rumah permanen di kampung asalnya di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang. “Kami tidak bisa berbuat dalam hal ini, karena semua itu merupakan keinginan warga. Namun warga korban erupsi Merapi akan menurut keinginan pemerintah jika sewaktu-waktu terjadi bencana serupa,” paparnya.



sumber: solopos.com

Warga Kepuharjo Sepakat Relokasi

Written By Unknown on Jumat, 08 Juli 2011 | 07.45



dusun di Kelurahan Kepuharjo, Cangkringan, Sleman sepakat untuk direlokasi. Akan tetapi, warga mengusulkan agar lokasi relokasi ditempatkan di sisi selatan Dusun Pagerjurang atau dibawah Merapi Golf yang keduanya masih berada di kawasan Cangkringan.
Ada delapan dusun di Kepuharjo yang wilayahnya masuk daftar relokasi, yakni Dusun Kaliadem, Kopeng, Jambu, Batur, Kepuh, Pagerjurang, Petung dan Manggong. Warga kedelapan dusun yang direlokasi menghendaki bekas tanahnya yang terkena erupsi tetap menjadi hak milik warga, bukan untuk diambil alih pemerintah sebagai hutan lindung
Warga tidak masalah dengan relokasi. Namun, dusun di Kepuharjo sebagian besar tidak masuk dalam kawasan larangan hunian, sehingga tanah kami harus tetap menjadi hak warga. Bukan untuk hutan lindung, melainkan hutan rakyat

RELOKASI WARGA

Written By Unknown on Sabtu, 23 April 2011 | 10.47



Gubernur Propinsi DIY, Sri Sultan Hamangkubuwono X menyerahkan semua keputusan kepada warga di lereng Gunung Merapi soal relokasi namun tetap mengutamakan dialog.Warga di Dusun Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman nampaknya enggan untuk direlokasi. Ratusan kepala keluarga (KK) di Srunen kini sudah membangun rumah mereka secara permanen,kendati dusun Srunen luluh lantak oleh awan panas, namun sejauh ini belum pernah ada sosialisasi mengenai relokasi. Sehingga, hampir seluruh warga sudah membangun rumah secara permanen,Kendati demikian Sultan menilai keberadaan rumah permanen disatu wilayah membahayakan sebagai bentuk kesalahpahaman. Kawasan Glagaharjo sendiri, menurut Sultan sebagian besar masih bisa tetap dihuni.Saya belum tahu kawasan yang dimaksud pemerintah pusat tentang batas radiusnya berapa kan belum tahu persis. Tapi yang pasti kan tidak mungkin satu dusun itu dipindahkan semua. Nanti kalau sampai begitu berarti kan hanya ada lurah saja, rakyatnya tidak ada," tandas Sultan




STREAMING RADIO PANTAUAN MERAPI

Written By Unknown on Jumat, 21 Januari 2011 | 14.03

PANDUAN: Audio Streaming Pantauan Sungai Merapi via internet



Banjir lahar hujan mengancam seluruh wilayah di tepi sungai yang berhulu di Merapi. Untuk mengurangi resiko yang mungkin timbul, Tim pemantau telah melakukan pemantauan di titik-titik penting sepanjang aliran sungai. Komunikasi tim pemantau menggunakan radio komunikasi VHF. Agar pemantauan tersebut bisa didengarkan oleh mereka yang tidak mempunyai perangkat radio komunikasi, silahkan buka fitur audio streaming. Untuk mengakses fitur ini, caranya sebagai berikut:

1. Gunakan komputer/telpon genggam/blackberry yang terkoneksi ke internet
2. Buka aplikasi pemutar audio streaming (realplayer/itunes/winamp/VLC/dsb)
3. Klik file > open network > [Pengguna BB go to url:]
4. Pantauan Kali Putih, Lamat, Senowo, Pabelan oleh Kompag Merapi isikan:
http://202.153.128.104:8030
5. Pantauan Kali Boyong, Kali Code dari Turgo Asri isikan: http://202.153.128.104:8032
6. Pantauan Kali Kuning, Kali Opak, Kali Gendol oleh Tim SKSB isikan: http://202.153.128.104:8034
7. Tekan tombol play. Pastikan volume speaker sudah aktif

Selamat mendengarkan.









http://merapi.combine.or.id/

EVAKUASI PASCA LAHAR DINGIN

Written By Unknown on Minggu, 09 Januari 2011 | 15.15



Banjir lahar dingin kembali menerjang Kali Putih, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Akibatnya jalur Magelang-Yogyakarta terputus tak hanya Kali Putih yang arus banjir lahar dinginnya membesar. Kali Pabelan. Kecamatan Muntilan, Magelang pun dilaporkan mengalami hal yang sama. Para warga sekitar daerah itu diminta untuk waspada Banjir lahar dingin mulai merendam rumah warga di Magelang sejak Minggu 9 jan 2011 hujan masih mengguyur kawasan puncak merapi yang imbasnya menjadi air membawa material yang ada di pucak itu. Begitu pula dengan listrik yang masih padam sejak terjangan banjir lahar dingin sebelumnya Luapan air dan pasir Merapi, hingga di atas Jembatan Gempol, Dusun Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang di aliran Kali Putih, dan Jembatan Muntilan, Kecamatan Muntilan, di aliran Kali Blongkeng.klik disini



http://suaramerdeka.com/foto_aktual/9d616cfbe911f73ad3add171bae838b4.jpg

ASAL PENGUNJUNG

TWITTERKU

Follow giyantoklaten on Twitter

save merapi

tweet

galeri

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SAFE MERAPI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger