Headlines News :
giyanto jaya. Diberdayakan oleh Blogger.
SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI SENKOM BANTEN 0303 GIYANTO JAYA

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label rescue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rescue. Tampilkan semua postingan

BANJIR KALI WORO

Written By Unknown on Sabtu, 03 Desember 2011 | 13.55

Hujan deras, yang mengguyur kawasan Gunung Merapi sepanjang Sabtu (19/11) malam, telah menyebabkan material sisa erupsi kembali mengaliri alur Kaliworo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Hujan sempat mengguyur puncak Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir. Tingginya intensitas hujan telah membuat material lokal sisa erupsi Gunung Merapi hanyut mengaliri Dam I Karangbutan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

“Aliran lahar dingin sempat mengaliri Dam I Karangbutan sekitar 16.15 WIB. Aliran tidak terlalu deras dan hanya sebentar. Hanya material lokal sisa erupsi Merapi saja yang hanyut akibat hujan deras di puncak Merapi sejak pukul 16.00 WIB,” ujat Tim Rescue Turahan Awu, Sarwono
Dari pantauan Tim Rescue Turahan Awu, sisa lahar dingin masih menumpuk di antara dua dam yakni antara Dam IV Wukirsari dan Dam V Sukorini. Tumpukan material lokal sisa erupsi Merapi tersebut membuat alur Kaliworo antara Dam IV Wukirsari dan Dam V Sukorini kembali dangkal

sumber: replubika

Lahar Dingin Masih Mengancam

Written By Unknown on Minggu, 06 November 2011 | 17.28

Dari 140 juta meter kubik hasil erupsi Merapi 2010, saat ini diperkirakan masih ada 90 juta meter kubik material piroklastik di lereng Merapi. Karena itu, ancaman lahar dingin masih mengincar masyarakat dan infrastruktur di sepanjang 15 sungai sekitar Merapi.
"Memasuki musim hujan, masyarakat di lereng Gunungapi Merapi kami minta meningkatkan kewaspadaan. Di Magelang (Jawa Tengah) kini sudah ditetapkan Siaga I bahaya lahar dingin," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Yogyakarta.
Sekitar 50 persen material vulkanik sekarang berada di lereng selatan Merapi dan dapat mengalir menjadi lahar dingin ke Kali Woro, Kali Gendol, Kali Opak, dan Kali Boyong. Sementara itu, sebanyak 50 persen material vulkanik juga masih berada di sisi barat yang berpotensi mengarah ke Kali Krasak, Kali Putih, Kali Lamat, dan Kali Pabelan.

Solfatara Masih Keluar Dari Puncak Merapi

Written By Unknown on Kamis, 16 Juni 2011 | 18.06

satu minggu belakangan ini suara gemuruh beberapa kali terdengar dari puncak Gunung Merapi. Tak hanya itu, asap solfatara yang pekat pun juga terus keluar dari gunung tersebut."Kondisinya memang naik-turun dan kadang juga muncul abu tipis. Itu yang menjadi salah satu alasan status tetap waspada level II. Jadi, belum akan diturunkan jadi aktif normal," ungkapnya saat Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Tekhnologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman
gempa multiphase (MP) juga tergolong tinggi. Yakni lebih dari 10 kali gempa MP dalam sehari. Akan tetapi, potensi untuk terjadinya awan panas sudah tidak ada. Ya begitulah Merapi, punya karakteristik
Kendati demikian, saat ini warga tidak perlu panik namun harus tetap waspada

senkom rescue klaten

Written By Unknown on Kamis, 16 Desember 2010 | 21.26











Dalam rangka membantu pemulihan masyarakat korban letusan Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta/klaten SENKOM MITRA POLRI KLATEN kembali menyumbang masyarakat korban letusan merapi di Yogyakarta/Klaten melalui berbagai kegiatan kemanusiaan yang ditujukan terutama untuk pemulihan kehidupan masyarakat korban letusan.Hal ini merupakan wujud kepedulian senkom atas bencana Merapi untuk mendukung program pemulihan yang dilakukan oleh pemerintah.
Letusan Merapi tentu saja menghancurkan ribuan rumah penduduk di sekitar gunung. Dari catatan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sleman, per 2 November 2010 saja, jumlah rumah yang rusak di Kecamatan Cangkringan sebanyak 282 unit rumah penduduk. Jumlahnya bertambah tiga empat kali lipat setelah letusan besar pada 6 November 2010.
Pemulihan pascaletusan Merapi memang tak bisa cepat dilakukan, karena proses bencana yang masih terus berlangsung. Namun, pemulihan yang paling sulit dilakukan adalah bagaimana memulihkan mata pencaharian penduduk yang hilang akibat kerusakan alam itu


pembakaran bangkai ternak

Written By Unknown on Kamis, 02 Desember 2010 | 13.44


untuk mencegah terjangkitnya bermacam macam penyakit menular yang dibawa lalat atau virus dll pasca bencana bencna merapi beberapa hari yang lalu telah dilaksanakan pembakaran hewan ternak yang sudah mati membusuk akibat letusan gunung merapi ,di daerah kelurahan balerante ,pembakaran dilakukan oleh para relawan ,anggota marinir,anggota senkom mitra polri kabupaten klaten,dan warga balerante ada 3 jenis tindakan yang dilakukan pada bangkai ternak dikubur, dibakar,dan disemprot prebiotik ,pembakaran dimanasapi itu ditemukan mati
pembakaran tersebut dimaksudkan meminimalisir penyakit yang bisa mewabah akibat bangkai tersebut
berapa jerigen (puluhan liter)solar,bensin,oli dan puluhan ban bekas sumbangan dari instansi atau perorangan untuk membakar bangkai tersebut,selain menimbulkan bau yang sangat menyengat ,bangkai hewan ternak sudah dikerumuni lalat dan belatung karena sudah membusuk inilah beberapa poto giat pembakaran klik disini



http://suaramerdeka.com/foto_aktual/9d616cfbe911f73ad3add171bae838b4.jpg

ASAL PENGUNJUNG

TWITTERKU

Follow giyantoklaten on Twitter

save merapi

tweet

galeri

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SAFE MERAPI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger